KBRN, Kubu Raya: Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat terus berupaya mengoptimalkan pelayanan air bersih kepada pelanggan, meski alat yang ada saat ini sudah cukup tua karena menggunakan aset dari Kabupaten Mempawah (induk).

Direktur Perumdam Tirta Raya, Mula Putra mengatakan, cakupan pelanggan air bersih di Kabupaten Kubu Raya yang memiliki luas 70 kali dari Kota Pontianak masih cukup rendah, karena memerlukan biaya yang sangat besar untuk membangun infrastruktur air bersih.

“Sampai saat ini, Perumdam Tirta Raya Kubu Raya baru melayani 14 persen pelanggan yang tersebar di 9 kecamatan, sedangkan pelanggan yang masuk dalam wilayah pelayanan teknis PDAM Kubu Raya di antaranya Sungai Raya, Sungai Ambawang, dan Sungai Kakap, baru mencapai 32 persen,” kata Putra di ruang kerjanya, Jum’at (24/2/2023) pagi.

Mula menuturkan, instalasi pengolahan air (IPA) yang dimiliki PDAM Kubu Raya untuk tiga kecamatan ini baru 240 liter per detik (LPS). Jadi, untuk mencapai 100 persen pelanggan di kecamatan itu diperlukan penambahan 500 LPS.

“Untuk mengantisipasi defisit ini, kami sudah mengajukan penambahan ke pemerintah pusat sebesar 300 LPS namun yang baru terealisasi 100 LPS yang ditempatkan di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya. Untuk pelayanan dasar air bersih dan pengelolaan air bersih masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini IPA baru yang ditempatkan di Gang Lestari Desa Kapur ini untuk 100 LPS yang masih berproses dan commissioning (pengujian untuk membuktikan bahwa struktur, sistem, dan komponen instalasi terpasang yang dioperasikan memenuhi persyaratan dan kriteria desain).

“Diharapkan pada awal Maret 2023 mendatang, IPA di Desa Kapur ini sudah bisa melayani wilayah Desa Kapur, Desa Ampera Raya, Desa Ambawang dan bahkan kami rencanya pelayanannya bisa sampai ke kantor camat dan puskesmas Ambawang. Meski dari administrasi pemerintahan masuk ke dalam Kecamatan Sungai Raya, namun wilayah pelayanannya banyak masuk ke Kecamatan Sungai Ambawang,” ucapnya.

Sementara untuk 200 LPS lainnya, kata Mula akan diajukan dan dipasang di Desa Bintang Mas II, Kecamatan Rasau Jaya, namun masih di-pending karena masalah pendanaan dari pusat, mengingat anggarannya cukup besar.

“Untuk IPA di Desa Kapur yang 100 LPS itu menelan biaya sebesar Rp70 miliar sedangkan untuk IPA 200 LPS yang akan dipasang Desa Bintang Mas II menelan biaya sebesar Rp250 miliar. Kami yakin pemerintah pusat tidak akan tinggal diam dan akan memprioritaskan pelayanan air bersih di daerah kita,” katanya, mengakhiri.

sumber : https://www.rri.co.id/pontianak/daerah/172520/bangun-ipa-perumdam-kubu-raya-optimalkan-layanan#.Y_hw_RO06EE.whatsapp

Skip to content