Paslon 02 Diminta Ganti Program Makan Siang Gratis Rp 460 T Jadi Air Bersih

Foto: Samuel Gading/detikcom

Penulis : Samuel Gading – detikFinance

Jakarta – Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo-Gibran disarankan mengganti program makan siang gratis dengan program air bersih dan sanitasi. Hal ini mengingat total Rp 450 triliun yang dibutuhkan untuk program itu adalah anggaran besar.
Awalnya dalam agenda Dialog Terbatas Program Air Minum dan Sanitasi Capres dan Cawapres 2024, seorang peserta yang merupakan Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Mula Putra melempar pertanyaan kepada kubu Prabowo-Gibran. Ia mempertanyakan komitmen pasangan itu terhadap persoalan air bersih dan sanitasi.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya

Menurutnya, persoalan makan siang gratis, yang menelan anggaran Rp 450 triliun, bisa dialihkan untuk program air minum dan sanitasi. Sebab, berdasarkan paparan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Lalu Ahmad Zaini, Indonesia butuh sekitar Rp 500 triliun dalam enam tahun mendatang untuk mengejar target program air minum dan sanitasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Ini yang saya tanyakan ke timses no 2 gimana keberpihakan terhadap program air minum dan sanitasi? Sering diumumkan program makan siang yang hampir mencapai Rp. 400 triliun dalam satu tahun. Jadi (soal air bersih dan sanitasi) bisa selesai target 6 tahun dalam satu tahun kalo itu (anggaran makan siang gratis) dialokasikan ke program air minum dan sanitasi,” ungkapnya di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2024).

Hadir dalam agenda, Anggota Dewan Pakar Tim Kampane Nasional Prabowo-Gibran, Ahmad Sirod, pun buka suara.

Ahmad mengaku harus mendalami dulu kalkulasi Rp 500 triliun yang dilontarkan oleh Ketua Umum Perpamsi. Selain itu, ia mengatakan bahwa penyaluran air lewat perpipaan juga bukan satu-satunya solusi.

Menurutnya, pihaknya juga berupaya menciptakan swasembada air. Ahmad pun menjelaskan hal ini sudah dilalukan oleh Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. “Makanya pak Prabowo itu bangun sumur-sumur di titik-titik perbatasan, jadi itu pak,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengaku paham terhadap keluhan yang dilontarkan oleh penanya tersebut. Ahmad mengatakan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) kesulitan mendapatkan air bersih.

“Saya 10 tahun di Kalbar dari umur 2 tahun sampai 12 tahun. Saya tahu di sana susah air yang bagus itu, gigi kami rusak karena kurang kapur airnya. Jadi problem lokal juga,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ahmad mengaku akan mengundang penanya tersebut serta Ketua Umum Perpamsi untuk berdiskusi. Menurutnya, persoalan air bersih dan sanitasi di Indonesia harus didiskusikan lebih dalam.

“Saya undang nanti beberapa dewan pakar yang menghitung itu. Kita terperinci setiap rapat, vis-misi diskusi dicatat. Nanti kami sampaikan angka-angka itu,” bebernya

Namun khusus program makan siang gratis, Ahmad mengatakan program itu diusung karena pihaknya sudah mengkalkulasi semua dampak positif yang bisa diciptakan lewat program tersebut.

“Program itu untuk mencegah stunting untuk menggerakkan ekonomi, gimana dia makan empat sehat dan lima sempurna (untuk) pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dari mulai ibu mengandung sampai menyusui itu sudah kita pikirkan SDM-nya pak,” pungkasnya.

Baca artikel detikfinance, “Paslon 02 Diminta Ganti Program Makan Siang Gratis Rp 460 T Jadi Air Bersih” selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7171490/paslon-02-diminta-ganti-program-makan-siang-gratis-rp-460-t-jadi-air-bersih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content